Inspirasi Parenting ala Nabi Ibrahim Alaihisalam : Ustadzah Erni Juhaenah Bedah Kunci Sukses Mendidik Anak di Taklim Kelas 1B SDIT Insan Kamil
KOTA BIMA – Inspirasi Parenting ala Nabi Ibrahim Alaihisalam : Ustadzah Erni Juhaenah Bedah Kunci Sukses Mendidik Anak di Taklim Kelas 1B SDIT Insan Kamil
Memasuki fase awal sekolah dasar, anak-anak membutuhkan keselarasan pola asuh yang kuat antara sekolah dan rumah. Menjawab tantangan tersebut, Orang Tua Kelas 1B SDIT Insan Kamil Santi Kota Bima menggelar Taklim Orang Tua pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Dimulai pukul 15.30 WITA hingga selesai, kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan langsung Kepala Sekolah SDIT Insan Kamil Kota Bima, Ustadzah Erni Juhaenah, S.P., M.M.Inov, sebagai pemateri utama. Beliau mengupas tuntas tema besar: "Mendidik Generasi Hebat dengan Parenting ala Nabi Ibrahim AS."
Pola asuh di era modern seringkali terjebak pada pemenuhan materi dan fasilitas, namun melupakan fondasi spiritual serta komunikasi batin antara orang tua dan anak. Pada fase Kelas 1 SD, anak sedang mengalami transisi besar dalam lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, para wali murid Kelas 1B SDIT Insan Kamil Santi membutuhkan panduan konkret yang bersumber dari khazanah Islam agar mampu membentuk karakter anak yang tangguh di rumah, sejalan dengan visi pendidikan di sekolah.
Tugas utama dalam taklim ini adalah membekali orang tua dengan strategi pengasuhan nubuwah (prophetic parenting). Ustadzah Erni Juhaenah ditugaskan untuk membedah kisah sukses keluarga Nabi Ibrahim AS dalam mencetak Nabi Ismail AS menjadi anak yang luar biasa saleh, serta menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam aksi nyata kehidupan keluarga modern di Kota Bima.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Erni Juhaenah menekankan 4 pelajaran penting dari pola asuh Nabi Ibrahim AS yang wajib diimplementasikan oleh orang tua:
1. Mengajak Anak Bermusyawarah Orang tua diimbau tidak bersikap otoriter. Nabi Ibrahim AS mencontohkan pentingnya mendengar pendapat anak, bahkan dalam urusan perintah yang sangat berat (saat momen penyembelihan), sehingga anak merasa dihargai dan dilibatkan dalam keputusan keluarga.
2. Menanamkan Tauhid yang Kuat sejak Dini. Fondasi utama seorang anak adalah mengenal dan mencintai Allah SWT. Keimanan yang kokoh akan menjadi perisai dan kompas utama anak saat mereka mulai berinteraksi dengan dunia luar.
3. Mengajarkan Ketaatan dan Kesabaran Lewat Contoh Nyata. Karakter taat dan sabar tidak bisa sekadar diajarkan lewat lisan, melainkan harus dicontohkan langsung oleh orang tua. Anak adalah peniru ulung; melihat kesabaran orang tua dalam menghadapi ujian akan otomatis membentuk mentalitas yang sama pada anak.
4. Membangun Komunikasi Terbuka dan Jujur. Keluarga Nabi Ibrahim AS mengajarkan keterbukaan yang luar biasa. Tidak ada yang ditutupi dalam keluarga, baik soal prinsip hidup maupun saat menghadapi ujian yang berat. Komunikasi yang jujur ini melahirkan rasa saling percaya (trust) yang mendalam antara anak dan orang tua.
Akhirnya kegiatan taklim yang berlangsung sore hari ini berjalan dengan sangat interaktif dan menyentuh hati. Banyak wali murid yang menyadari pentingnya mengubah pendekatan komunikasi di rumah. Melalui pemaparan ilmiah dan spiritual dari Ustadzah Erni Juhaenah, para orang tua pulang dengan komitmen baru: siap mempraktikkan pengasuhan yang dialogis, jujur, dan berbasis tauhid demi mencetak generasi emas dari ruang keluarga mereka masing-masing.
_______________________________________
Penulis: Widiawati,S.Pd.Gr.
SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 on going yaaa
Segera amankan kuota lewat
Klik link untuk daftar online
https://bit.ly/SPMB_IKALKOBI_20262027
Atau langsung ke kantor SDIT Insan Kamil di hari aktif sekolah ????
Senin - Jum'at 08.30 - 14.30 Wita
#SPMB
#sakolakarawimataho
#SDITInsanKamilKotaBima
#sekolahkarakterqurani
#jsitindonesia