HAKIKAT MENUNTUT ILMU BAGI SEORANG MUSLIM

HAKIKAT MENUNTU ILMU BAGI SEORANG MUSLIM

6. Pahala Berlipat

Hadits mengenai pahala berlipat bagi orang yang mengajak kepada kebaikan:

"Siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun." (HR. Muslim no. 2674).

7. Ilmu Lebih Baik daripada Amal

 

Hadits yang menyatakan bahwa ilmu lebih utama daripada amal di suatu masa:

"Sungguh kalian sekarang benar-benar berada di sebuah zaman yang banyak orang-orang faqihnya, sedikit para penceramahnya, banyak para pemberi, dan sedikit para peminta-minta. Amal di masa ini lebih baik daripada ilmu. Akan datang suatu zaman nanti di mana sedikit orang-orang faqihnya, banyak para penceramahnya, sedikit para pemberi, dan banyak para peminta-minta. Ilmu di masa itu lebih baik daripada amal." (Shahih: HR. Ath-Thabrani no. 3111).

 

8. Ilmu Jadi Amal Jariyah

Hadits yang menyatakan bahwa ilmu dapat menjadi amal jariyah:

"Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputus semua amalnya (tidak bisa lagi menambah pahala) kecuali 3 orang, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan orang, atau anak shaleh yang mendoakan orangtuanya." (HR. Muslim no. 1631).

 

9. Menuntut Ilmu Ibarat Haji Sempurna

Hadits yang menyamakan nilai penuntutan ilmu dengan haji sempurna:

"Siapa yang bersegera pergi ke masjid hanya untuk tujuan belajar kebaikan atau mengajarkannya maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang haji secara sempurna." (Shahih: HR. Ath-Thabrani no. 7473 dalam Al-Mu'jam Al-Kabir).

 

10. Orang Berilmu Akan Dicintai Allah

Hadits yang menyatakan bahwa Allah mencintai orang yang memiliki ilmu:

"Siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Dia akan menjadikannya mendalami agama. Aku hanya berbagi dan Allah yang memberi. Akan senantiasa ada sekelompok dari umat ini yang tegak di atas perintah Allah, orang yang menyelisihi mereka tidak akan membahayakan mereka hingga datang hari Kiamat." (HR. Al-Bukhari no. 3971 dan Muslim no. 1037).

 

11. Dilindungi Malaikat

Hadits yang menyatakan bahwa orang yang menuntut ilmu dilindungi oleh para malaikat:

"Selamat datang wahai penuntut ilmu. Sesungguhnya penutup ilmu benar-benar ditutupi para Malaikat dan dinaungi dengan sayap-sayapnya. Kemudian mereka saling bertumpuk-tumpuk hingga mencapai langit dunia (langit paling dekat dari bumi), karena kecintaan mereka (Malaikat) kepada ilmu yang dipelajarinya." (Shahih: HR. Ath-Thabrani no. 7347 dalam Al-Mu'jam Al-Kabir).

 

12. Penduduk Langit dan Bumi Memintakan Ampun

Hadits yang menyatakan bahwa penduduk langit dan bumi memintakan ampun bagi orang yang mengajarkan kebaikan:

"Sesungguhnya Allah, para Malaikat-Nya, penduduk langit-langit dan bumi-bumi, hingga semut-semut yang ada di lubangnya, hingga ikat-ikan, benar-benar semuanya bershalawat (memintakan ampun) untuk orang yang mengajari kebaikan kepada manusia." (Shahih: HR. At-Tirmidzi no. 2685).

13. Wajah Bersinar

Hadits yang menyatakan bahwa wajah seseorang yang menghafal dan menyampaikan hadits akan bersinar di hari kiamat:

"Semoga Allah menjadikan bercahaya seseorang yang mendengar hadits kami lalu menghafalnya hingga menyampaikannya kepada orang lain. Betapa banyak orang yang membawa (riwayat) fiqih kepada orang yang lebih faqih darinya. Betapa banyak orang yang membawa (riwayat) fiqih tetapi tidak faqih." (Shahih: HR. At-Tirmidzi no. 2656).

14. Mendatangkan Berkah

Hadits yang menyatakan bahwa orang yang berilmu dapat mendatangkan berkah:

"Ada dua orang bersaudara (kakak-adik) di zaman Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di mana salah satu dari keduanya senantiasa mendatangi Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (untuk mendengarkan hadits) dan yang lainnya sibuk bekerja. Lalu yang bekerja itu mengadukan saudaranya kepada beliau (karena tidak ikut membantu kerja) lalu beliau menjawab: "Boleh jadi kamu diberi rezeki justru gara-gara saudaramu itu." (Shahih: HR. At-Tirmidzi no. 2345).

15. Orang Berilmu Pengganti Nabi

Hadits yang menyatakan bahwa orang yang memiliki ilmu dapat menjadi pengganti Nabi:

"Keutamaan ahli ilmu atas ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang paling rendah dari kalian." (Shahih: HR. At-Tirmidzi no. 2685).

16. Lebih Tentram dengan Ilmu

Hadits yang menyatakan bahwa memiliki ilmu dapat memberikan ketentraman:

Artinya: "Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya." (HR Thabrani).

17. Menuntut Ilmu untuk Ridho Allah

Hadits yang menyatakan bahwa tujuan menuntut ilmu haruslah untuk mendapatkan ridho Allah SWT:

Artinya: "Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti," (HR Abu Daud).

18. Dapatkan Dunia dan Akhirat dengan Ilmu

Hadits yang menyatakan bahwa orang yang memiliki ilmu dapat meraih kesuksesan di dunia dan akhirat:

Artinya: "Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu," (HR Ahmad).

19. Pentingnya Memiliki Ilmu

Artinya: "Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas." (HR Bukhari).

Kehadiran hadits-hadits tentang mencari ilmu di atas memberikan landasan kuat bagi umat Islam untuk mengembangkan pemahaman dan kebijaksanaan mereka melalui pendekatan belajar yang berkelanjutan. Oleh karena itu, mencari ilmu bukanlah hanya suatu tugas, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan intelektual yang mendalam dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan dan pengabdian kepada Allah SWT. (Z-10)